Langsung ke konten utama

Unggulan

Atha - Bagian 2

Memiliki  hubungan persaudaraan yang nyokap atau bokapnya beda, kayaknya nggak akan seharmonis hubungan persaudaraan pada umumnya dimana   orang tuanya sama. T here will be complicated feelings, k adang udah di urus dari kecil aja, rasa canggungnya masih ada. Apalagi kasusnya ketemu gede, pasti ada dinding besar yang menjadi pembatas yang membuat hubungan semacam itu kerasa kaku. Itu yang terjadi antara gue dengan adik perempuan gue yang sekarang kelas tiga SMA. Dia sangat menganggap gue sebagai seorang kakak. Sayangnya, gue orang yang tidak mengharapkan memiliki seorang adik. "Gue udah coba ngomong baik-baik dan nyuruh dia supaya dia berangkat ke sekolah dulu. Gue juga udah bilang kalau lo ada rapat yang nggak bisa diganggu gugat pagi ini, tapi dia tetap mau ketemu lo."  Tengah  hamil besar harus menghadapi Sheina yang keras kepalanya minta ampun, jelas melipatgandakan kadar stresnya Mbak Indah. Helaan nafas panjang terlihat dia keluarkan beberapa kali ketika ...

Atha - Bagian 1

 

*Kata-Kata kasar dalam cerita ini tidak untuk ditiru, digunakan hanya untuk membangun karakter tokoh utama.

KALAU boleh gue analogikan, hidup ini kayak manajemen. Uang menjadi unsur penting dalam kegiatan manajemen karena menjadi perantara utama dalam mencapai tujuan. Uang juga jadi unsur terpenting dalam hidup manusia, segala tujuan manusia dari mulai kebutuhan, pendidikan, kesehatan perlu di capai memerlukan uang. Penting, tetapi bukan unsur satu-satunya. Ada unsur lain dalam manajemen yang juga nggak kalah penting, metode. Unsur ini mempengaruhi kinerja dalam sebuah manajemen. Jika metode yang dibuat berdasarkan target, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis, kegiatan manajemen pasti akan berjalan lebih lancar. Jadi intinya, percuma banyak uang kalau metode yang dipake dalam hidupnya kurang efektif.

Gue adalah orang yang lumayan cerdas dalam dua hal tersebut, nyari uang dan bikin perencanaan strategis hidup dengan rinci sebagai metode yang gue pake dalam menjalani hidup. Yang kurang digue cuma satu, gue kurang bisa meminimalisir pengeluaran dalam urusan perut. Dalam satu hari gue bisa menguras satu digit lebih saldo di rekening cuma buat nongkrong sama makan. Gue pintar cari uang, pintar juga ngabisinnya. Gaya hidup  bokap yang modest sama sekali nggak di wariskan ke gue. Yang diwariskan cuma sepersekian isi kemampuan otak dan tampang yang kadang gue syukuri, kadang juga gue rutuki.

Keempat teman gue—sumber terbesar yang bikin gue menghamburkan uangmengajak gue nongkrong malam ini, malam senin. Ya, malam senin. Nggak perlu di ulang, gue tahu weekend berakhir jam dua belas malam nanti. Mereka membuat janji temu di sebuah bar unik yang cabangnya baru buka di Jakarta. The BARber Room, a unique party place for boys in 'barbershop'. Setahu gue bar ini pusatnya ada di Jimbaran, Bali. Jangan khawatir, lo nggak akan minum sampo dan koktail kondisioner di sini.

"Si Gema baru putus, pacarnya selingkuh. Jangan diganggu dia..." ucapan itu yang gue dapat pertama waktu sampai di tempat. Oh, gue paham sekarang. Nongkrong kali ini dilaksanakan dalam rangka menghibur sadboy satu ini. Gema teman yang nggak sengaja gue kenal di bandara, kita pernah satu penerbangan buat kegiatan seminar di luar negeri yang ternyata acaranya sama.

"Kalo pacar lo main cantik, ya lo main cantik juga, baru habis itu putusin. Ngapain sih pake acara patah hati segala," gue mencibir Gema yang wajahnya teramat melankolis malam ini. Sesuai dengan musik yang sedang diputar di bar, genre blues yang bawaanya malah bikin kebawa galau.

"Orang kayak lo yang nggak punya hati, mana pernah ngerasain yang namanya patah hati, Tha," ledek Vian. 

"Patah hati hanya berlaku bagi orang-orang yang punya hati. Kalau hati aja nggak punya, ya apa yang mau patah?" Dipta menyahut.

"Berisik lo, Dip!" bentak gue. Visual kita berempat, Dipta, Vian, Gema dan gue di dalamnya adalah kumpulan para pakar buaya. Gema bisa dibilang nggak termasuk sih, sependek pengetahuan gue dia setia dan nggak pernah selingkuh, tapi karena kurang beruntung dalam menjalin hubungan, dia jadi sering di selingkuhin dan ujung-ujungnya gonta-ganti pacar. Sisanya tiga orang termasuk gue, sama-sama membuka asrama untuk wanita.

"Hanphone lo geter tuh, cewek provinsi mana lagi yang nelepon?" Dipta menunjuk handphone gue yang kebetulan memang langsung gue taruh di atas meja pas tadi datang. Ketiga teman gue tertawa serempak mendengar itu.

"Provinsi banget nggak tuh bahasanya. Si Atha bener-bener. Dikira ceweknya dari Sabang sampai Merauke."

"Eh, bener dia. Yang bulan lalu kenal di Bali, yang minggu lalu kenal pas lagi perdin ke Jawa Tengah. Terus yang terakhir itu, kenalan pas kita nongkrong di Bandung rabu lalu. Kayaknya ada sih satu kota satu orang."

"Buaya nggak perlu teriak buaya!" jawab gue sambil me-reject panggilan tersebut. Panggilan yang masuk barusan tidak memiliki nama, tapi gue tahu nomer yang ujungnya 005, nomer adik perempuan gue yang sengaja nggak gue save nomernya supaya dia nggak bisa melihat status gue.

"Angkat, Tha. Angkat... Jangan so-soan main tarik ulur begitu," kali ini Vian yang mengoceh.

"Adik gue anj*ng! Makanya nggak gue angkat!" kesal gue. Gue memang paling jarang ngomongin soal keluarga, itulah sebabnya waktu gue singgung soal adik, mereka langsung terpana sambil menganga.

"Lo... punya adik?" tanya Gema. Dia melupakan kegalauannya seketika.

"Cowok apa cewek adik lo, Tha?"

"Cowok. Kalau adik gue cewek, gue udah tahu isi pikiran lo bertiga. Nggak mungkin juga gue kenalin." Padahal gue juga sengaja bohong saat itu supaya obrolan ini nggak berlanjut. Tiba-tiba beberapa pesan spam masuk sekaligus. Shenia kalau kirim chat memang udah kayak mau nagih hutang, dia nggak ada capek-capeknya.
Athaya!! Jawab telepon gue, nggak! 
Masa nggak bisa nginep semalem aja hari ini doang!!!
Papa nggak ada di rumah, gue sendirian! Gue takut! 
Woy!!!!! Bantuin gue ngerjain PR!
Gue tahu lo baca pesan gue!!!

Isi pesannya hampir berisi tanda seru semua. Itu cuma akal-akalan Sheina aja supaya gue pulang ke rumah. Sejak lulus kuliah dan balik ke Indonesia. Gue memang udah tinggal di apartemen sendiri. Faktanya dia nggak mungkin ditinggal sendirian di rumah keluarga Adyatama. Ada Mbak di sana dan dia sudah pasti disediakan guru les. Lagian ngapain juga semalam ini masih ngerjain tugas. Alasan klasik yang udah keseringan dia pake, sampe nggak mempan lagi sama gue. Pas mau menaruh handphone lagi, gue kembali teringat pesan Mbak Indah yang mengatakan ada orang mirip nyokap di kantor, pesannya belum gue apa-apain.

Gue memikirkan sesuatu untuk menanggapi hal tersebut. Beberapa menit kemudian, gue memutuskan untuk tetap tidak merespon apapun. Udah deh, gue nggak mau ngomongin atau mikirin apapun lagi soal nyokap. Gue udah bener-bener enek. Kalau ada orang yang mirip nyokap di kantor, ya terus kenapa? Gue harus apa? Sangat mungkin kebetulan kayak gitu terjadi, kadang ketemu ibu-ibu di mall aja gue merasa ada yang mirip nyokap. Gue nggak mau ambil pusing. 

"Tunangan lo yang lagi ngambil magister di MIT Sloan School itu apa kabar, Tha? Kayaknya kalian jarang kelihatan komunikasi."

"Itu juga yang pengen gue tahu, dia apa kabar?" jawab gue. Bukan jarang lagi berkomunikasi, kami memang tidak pernah berkomunikasi hampir satu tahun lamanya. Officially, gue memang udah tunangan. Tunangan yang juga berkonsep bisnis, dijodohkan bokap. Tapi sebelum perjodohan itu terjadi, ajaibnya gue kenal tunangan gue itu di kampus waktu masih kuliah S1 dan kita pacaran dulu, jadi nggak berasa banget di jodohin. 

"Mending buat gue deh, Tha. Anak mentri ATR kan dia? Tunangan lo itu soalnya sering banget kepoin story gue kalo gue lagi bareng lo."

"Ambil aja, ambil!" ucap gue penuh suka rela. Gue sebenarnya udah pengen banget membatalkan pertunangan ini, cuma karena satu dan lain hal yang bersumber dari diri gue sendiri, gue nggak bisa putus sama dia. Gue kayak lagi nunggu karma, sebelum akhirnya tunangan gue itu yang memutuskan membatalkan pertunangannya. 

Lagi-lagi fokus gue keganggu dengan notif yang masuk ke dalam email gue, notif yang spontan bikin gue tersadarkan kalau ada kerjaan gue yang belum selesai yang deadline-nya kalau bisa besok pagi udah rampung. "Sial! Ada yang bawa macbook nggak?"

"Kagak lah gila, lo kira di Kafe. Masa ke tempat ginian bawa macbook."

"Gue mesti cabut sekarang berarti, ada kerjaan mendadak yang harus gue urus."

"Masih malam senin ini Tha, masih masuk weekend. Minta tolong sekretaris aja udah..." Masalahnya kerjaan gue jadi banyak justru karena Mbak Indah sedang hamil trimester ketiga. Banyak pekerjaan dia yang seharusnya bertujuan meringankan beban kerja gue, malah gue juga yang kerjain. Gue nggak yakin juga Mbak Indah masih bangun semalam ini.

"Gue cabut, have a sad night, Guys" ucap gue sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut bahkan sebelum gue mencicipi segelas koktail. 

Gara-gara notif dadakan semalam, alhasil keesokan harinya gue ke kantor dengan kantung mata yang agak menghitam. Mana pagi-pagi udah hujan, kalau nggak ada rapat mungkin gue langsung ambil cuti karena bawaanya pengen narik selimut lagi. Gue bergadang menyelesaikan laporan buat meeting bareng direksi pagi ini. Okay, that's a formal reason, karena sebenarnya semalam kerjaan gue udah langsung beres jam satu. Tapi karena gue nggak bisa tidur, akhirnya gue nonton serial Netflix yang belum sempat gue tonton sampai jam tiga pagi.

Pas lagi nguap sambil berdiri di depan lift, ekor mata gue sempat meninjau keadaan sekitar buat memastikan nggak ada yang lihat kondisi gue pagi itu. Lobi udah mulai sepi karena gue datang paling telat. Lantai lobi juga lagi di pel sama pramukantor. Gue sempat mendengar seorang perempuan mengobrol dengan orang yang lagi ngepel koridor menuju arah toilet.

"Bu, udah di pel ya?"

"Iya, Mbak. Mau ke toilet? Nggak apa-apa injek aja, nanti saya tinggal pel lagi." Gue tahu lorong menuju arah kamar mandi itu lumayan panjang. Gue nggak bisa lihat orang yang nanya tadi karena kondisinya membelakangi gue. Yang bisa gue lihat dari belakang pakaiannya yang serba panjang, tipe ukhti-ukhti yang pake hijab lebar.

"Aduh, saya baru dari luar, Bu. Habis hujan, sepatu saya kotor banget." Dia terlihat melepaskan sepatunya. Kalau lantainya belum di pel, mungkin dia tidak akan sebingung itu menuju toilet. Gue tebak perempuan itu habis naik motor, karena kalau naik mobil sepatunya nggak akan meninggalkan jejak. 

"Saya jinjit aja deh, Bu."

"Eh, jangan Mbak. Nanti kakinya kotor, dipake aja sepatunya. Lagian lantainya masih basah, licin."

"Kebetulan saya pakai kaos kaki, Bu. Nanti saya pakai sandal kantor aja di toilet." Gue baru pertama kali lihat orang yang menghargai pekerjaan orang lain sampai segitunya. Sejauh yang pernah gue lihat, orang cuma akan minta maaf doang terus tetap menginjak lantai yang udah di pel. Gue pun biasanya begitu. Toh kalau pramukantor harus ngepel ulang, ya itu kan memang kerjaanya.

Tiap toilet kamar mandi di Nata Adyatama memang menyediakan sandal sekali pakai seperti di hotel. Sesuatu yang berlebihan menurut gue, karena itu termasuk anggaran pengeluaran kantor padahal nggak butuh-butuh amat. Nggak tahu alasan apa, bokap sampai segitunya menyediakan fasilitas buat karyawannya.

"Di bar lagi semalaman?" bukannya ucapan selamat pagi, malah pertanyaan sarkas dari Mbak Indah yang gue dapat.

"Nggak, Mbak. Semalam gue bergadang menyelesaikan laporan buat meeting pagi ini bareng Pak Jo. Negatif mulu pikirannya ke gue." Padahal kalau gue nggak ada pekerjaan yang mendesak, mungkin gue memang akan semalaman di bar.

"Ada tamu tuh di dalem. Nggak bisa di usir." Gue mengernyitkan kening. Berpikir sebantar tentang siapa yang berani membuat senin pagi gue makin buruk. Kalau dilihat dari mimiknya Mbak Indah yang udah kesal, kayaknya gue bisa menebaknya.

Sheina Haqiesya Adyatama!

Author's Note

Bismillah, Assalamu'alaikum. Hi, Kindreaders!

Nggak nyangka ternyata responnya positif sekali di prolog kemarin, padahal updatenya di blog nggak di wattpad. Kelebihan yang menurut aku sangat-sangat helpful banget nulis di blog adalah ada timer buat aku posting kapan dan jam berapa. Juga ada rata kanan kiri yang bikin rapih aja gitu lihatnya.

Kekurangannya adalah, kalian semua jadi anonim, wkwkwk 😂

Bisa nggak sih, Kak. Komen pake nama tanpa harus daftar dulu gitu?
Bisa dong, pas mau komentar itu ada pilihan "Beri komentar sebagai:", Nah kalian pilih nama/URL. Yang bagian URL nggak perlu di isi, tinggal isi aja kolom nama. Bisa juga di isi pake username wattpad kalian.

Kalau mau ngasih tahu ada typo gimana, Kak?
Tinggal inget-inget aja kata yang salahnya apa di paragraf berapa. Misalnya (*apabila di paragraf 2).

Happy reading. ♡ 

Jadikan Al-Qur'an sebagai bacaan utama.

Komentar

  1. untung ngecek sini, pas lihat athaya sudah muncul langsung deh baca. ditunggu next partnya

    BalasHapus
  2. Thankyuuu udah update..
    Semangat kak imaa❤❤❤

    BalasHapus
  3. Semangat nulisnya kak ima!! 🧡

    BalasHapus
  4. Yang ditunggu datang juga 😃

    BalasHapus
  5. Yeah udh update lg

    BalasHapus
  6. Akhirnyaaa....atha muncul lagi

    BalasHapus
  7. Baru aja tadi abis ngcek blognya ima, eh ternyata ada notif di wattpad 😁, langsung meluncur kesini 😍

    Suka banget sama bang attha sama shafira. Semangat ima nulisnya 🤗

    Gimna ni aku belum mudeng ngasih namanya biar gak jadi anonim 😁😂

    BalasHapus
  8. Syifa Ula Robbani18 Juni 2022 pukul 21.39

    Lanjoooott ka imaa.. Jan lama2 pliiiss 🤭

    BalasHapus
  9. Masya Allah kak... Exited bangett lohh aku dapet notifnya..😭Ga sabar sama next chapter..semangat kakk😍

    BalasHapus
  10. Lanjutkan ka...
    Gk sabar sama lanjutan nya

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah kuota nya masih cukuppp
    Di tunggu next nya kakkkkk❤️❤️❤️

    BalasHapus
  12. Plisss sering² up ya ka Imm, yg bait hamba jg di tunggu. Semangat!!

    BalasHapus
  13. Tau ngga blog ini masuk daftar paporitkuu ❤️❤️❤️❤️

    BalasHapus
  14. Aaaaaaaaa alhamdulillah, aku sudah menantikan iniiiiiii. Semangat kak Ima...

    BalasHapus
  15. Ditunggu kelanjutannya kak Ima.. semangat kakak Yassarallah ❤️

    BalasHapus
  16. Wahhh thankyouu ka udah update🤍. Ditunggu ka update selanjutnya, semangatt dan semoga dilancarkan urusannya ka🤗

    BalasHapus
  17. Udh gx sbar lnjutnnya,,hehe

    Smngt kak ima ❤

    BalasHapus
  18. waahh gasabar nunggu update an nyaa lagi kak, semangatt yaa

    BalasHapus
  19. Semangat nulisnyaa kak ❣️

    BalasHapus
  20. Makasih kak, udah update.. jadi kangen athaya sama shaf 😁😍

    BalasHapus
  21. How happy I am kak Imaaaa😳 big huggggg

    BalasHapus
  22. Makasih kak Ima... Seneng banget dapat notif update

    BalasHapus
  23. Niatnya mau tidur karena kepala udah berasa berasap tapi iseng cek wattpad dulu. Eh, taunya ada notif Atha update. Jadi melek lagi nih mata.

    BalasHapus
  24. Semangatt semangattt terima kasiih😆

    BalasHapus
  25. Semangat kak💕

    BalasHapus
  26. Bahagia banget waktu Kak Ima posting prolog dan bakal ngelanjutin Shaf meskipun memang dari POV nya Athaya. Semangat Kak Ima, ditunggu next part nya. Tapi baca via blog begini ternyata lebih enak. 😊

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah....yg ditunggu tunggu ❤❤

    BalasHapus
  28. Seru banget bisa baca POV nya Athaya. Semangat nulisnya Teh Ima❤️

    BalasHapus
  29. Mashaa Allah tabaarakallah akhirnya Allah kabulkan setitik harapan bahwa nanti giliran Atha Pov bakalan di rilis...pernah komen minta gitu sama ima..dan alhamdulillah dikabulin ya Allah bahagia bangeet..udah kangen uwu2nya atha sama shaf..tapi sebenernya pengen pov nya atha pas mereka udah rumah tanggaan gtu..kayak pak alif sama nafisya yang povnya pak alif pas udh nikah..

    BalasHapus
  30. Yey akhirnya teh Ima update. Semangatt ya teh. Rajin-rajin nulis cerita nya. Ditunggu banget nih hehe

    BalasHapus
  31. thanks kak imaaa udah update hehe

    BalasHapus
  32. Haloo kak makasih banget udah update, kangen nget ngett ama atha😭😭 shaff baru muncul ni

    BalasHapus
  33. DITUNGGUUUU AS ALWAYS PAKEK BANGET NEXT UPDATE NYAA KAKKK IMAA😭😭😭😭😭😭😭😍😍😍😍😍😍😍❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

    BalasHapus
  34. Semangat kak Ima ❤️

    BalasHapus
  35. Huaaa, makasih kak ima dah update. Ga sabar part selanjutnya xixi

    BalasHapus
  36. Kalo update jangan lupa kasih pemberitahuan di wattpad yaa😁

    BalasHapus
  37. Semangat kak Ima💙

    BalasHapus
  38. Alhamdulillah terobati

    BalasHapus
  39. Kak ima makasih udh update lagi, aku ngerasa jd baca cerita baru hanya krn rubah POV vibes nya langsung rubah. Semangat nulisnya ya kak, ditungguin bgt kelanjutan nya

    BalasHapus
  40. Bagus selalu kalo yang nulis kak Ima. Semangat terus kak nulisnya,

    BalasHapus
  41. Aaa sukaaaa😂
    Ditunggu next chapternya segera🤗

    BalasHapus
  42. Ini adeknya Atha ganti nama ya? Kayaknya dulu namanya Alna deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya loh, terus sekretarisnya bukannya namanya bella ya?

      Hapus
    2. dari buku udah gitu namanya akak2

      Hapus
  43. aaa seneng bgt kak imaaa, semangat terusss, sehat selalu, Barakallah kak imaaa ❤️❤️❤️

    BalasHapus
  44. Maa syaa Allah 💙 seneng banget udah update lagi. Semangat kak Ima lanjutinnya

    BalasHapus
  45. Kak Ima nama adik Athaya di ganti ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang dari bukunya kek gitu kak ...izin jawab

      Hapus
  46. rasanya aku pengen kasih vote kyak di Wp 💥💥💥
    semngaaaat kak im update nya

    BalasHapus
  47. Ada kelebihannya juga sih kak ima nulis di blog, lebih panjangg

    BalasHapus
  48. aa 😍 makasi kk ima udah update, Ditunggu next chapter nya 😄

    BalasHapus
  49. Semangat Kak Ima, semangat update 💕

    BalasHapus
  50. wah bang athayaaaa

    BalasHapus
  51. wah bang atha nih.... 😍😍😍

    BalasHapus
  52. Makasih buat updatenya. Sehat selalu teh ima. Peluk jari jauh😍😍

    BalasHapus
  53. 💕💕💕💕💕

    BalasHapus
  54. Senang banget...
    Udah update ceritanya seru

    BalasHapus
  55. Syuka sekali kalo sudah ada Athaya

    BalasHapus
  56. Atha di dinosaurus tengil akhirnya muncul lagii, sayangnya udaa punya Shafira😭🤣

    BalasHapus
  57. Ditunggu next part kk ima🤗

    BalasHapus
  58. masyaa Allah ...bagian Atha emang gk kalah seru sama Shaf...sukaaaal...mksh Teteh

    BalasHapus
  59. Kaa Imaaa...maapkeuunn
    Boleh ngga update nya di wp aja??
    Biar sekalian lgsg baca ketika ada notif
    Ngapuntenn klo ngga berkenan🙏🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ya, updatenya bakal di sini aja. Di wattpad terlalu banyak yang on going 🙏🏻

      Hapus
  60. Semoga cepet² update aja teh hihihi

    BalasHapus
  61. Athaya emang paling ditunggu tunggu...
    Semoga kak Ima ide nulis ceritanya dilancarkan, kan biar sering update.. kalau sering update kita para pembaca pasti senang..😂
    *Kak Ima aku mah lebih suka jadi anonim kalau komentar biar keliatan misterius..😂😂😂

    BalasHapus
  62. Makasih kak.. Semangat

    BalasHapus
  63. Agak membingungkan Athaya ini ENTJ atau ENTP, ya?
    Dari karakter udah masuk kategori ENTJ. Apalagi posisi Athaya plan manager dan lulusan MBA, kebanyakan diisi ENTJ.
    Setahu aku ENTJ orangnya serius dan keras pada dirinya. ENTP kebanyakan playboy, tapi gak semuanya sih. Ini yang buat aku bingung, Athaya ENTJ atau ENTP. Mungkin Athaya ini terbawa oleh lingkungan atau pengalaman hidup kali ya. Kalau emang orangnya ENTJ, aku rasa Feeling introvertnya belum berkembang, sampai ia gak bisa merasakan apa yang dia suka, salah satunya ke tunangannya. ENTJ bingung dalam mengambil keputusan emosional, misalnya menunda membatalkan pertunangan. ENTJ salah satu MBTI yang paling susah jatuh cinta. Bisa jadi juga, Athaya merasa tidak ada kecocokan pada tunangannya. Menurutku, tunangannya ini tipe ISFJ. ENTJ emang gak cocok sama ISFJ

    BalasHapus
  64. Seneng banget udaj update........😍

    BalasHapus
  65. Aku akan tetap menanti kelanjutannya.💜

    BalasHapus
  66. Semangat nulisnya kak ima💪💪

    BalasHapus
  67. Semangat kak

    BalasHapus
  68. Suka banget sama karya" nya. Semoga dapat memberikan pelajaran dan inspirasi

    BalasHapus
  69. Ditunggu lanjutannya.

    BalasHapus
  70. Semakin tergoda meminang novel shaf, novel shaf itu salah satu yg bener² ada niatan buat bisa dipeluk❤️❤️❤️
    Semangat terus ka ima❤️❤️❤️❤️❤️❤️

    BalasHapus
  71. Sekali-kali kalo nongkrong di BAR ngajak ngajak atuh Tha

    BalasHapus
  72. ,❤️❤️❤️❤️❤️❤️ kangen shaf-atha

    BalasHapus
  73. Ayo teh semangat nulisnya, bismillah next part :)

    BalasHapus
  74. Cerita yang selalu di tunggu-tunggu, semangat kak nulisnya

    BalasHapus
  75. MASYAALLAH SENENGG BGTT BISAA KETEMU MEREKA LG PADAHAL AKU BARU BANGET SELESAI BACAA BUKU SHAF. 😍😍😍😍

    BalasHapus
  76. Semangat menginspirasi kak ima....

    BalasHapus
  77. Kok blog nya lucu banget si kaaaak... pengen belajaaar😭😍

    BalasHapus
  78. Kak paragraf 1 brs ke 8 typo atau engga yaa? " perlu dicapai memerlukan uang" hehee. Maaf kl aku salah🙏🏼

    BalasHapus
  79. Ini ga ada tombol like nya yaaaa
    Love banget sama pov atha iniii❤️❤️❤️❤️❤️. Makasi kak Imaaa

    BalasHapus
  80. Jadi kangen pengen baca Shaf, semangka kak 🥰💪

    BalasHapus
  81. love bgtt... kiyowo❤️❤️❤️😭

    BalasHapus
  82. Mantap ka ima👊

    BalasHapus
  83. Baru baca si dinosauruss Athaya seru juga bawaannya bikin fase pemulihan gamon sama SHAF terobati .. healing gitu 🖤🖤

    BalasHapus
  84. Terimakasih banyak ya kak sudah update cerita Athaya luvv banget❤️, semoga kakak diberikan kesehatan selalu✨🥰

    BalasHapus
  85. seneng banget bisa ketemu atha lg, makasih ka ima. sehat dan semangat selalu

    BalasHapus
  86. Semangat selalu ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer